Catu Daya Mesin Las Knowledge-Inverter
E=4.44fBSW
dan tegangan terminal U dari lilitan kira-kira sama dengan E, yaitu:
U≈E=4.44fBSW
Setelah U dan B ditentukan, jika f ditingkatkan, S akan berkurang dan W akan berkurang. Oleh karena itu, berat dan volume transformator dapat dikurangi secara signifikan. Dengan cara ini, berat dan volume seluruh mesin dapat dikurangi secara nyata. Tidak hanya itu, peningkatan frekuensi dan faktor lain juga membawa banyak keuntungan. Dibandingkan dengan sumber daya pengelasan busur tradisional, fitur utamanya adalah sebagai berikut:
1. Ukuran kecil, berat ringan, penghematan material, mudah dibawa dan dipindahkan.
2. Efisiensi tinggi dan hemat energi, efisiensi dapat mencapai 80%~90%, yang menghemat lebih dari 1/3 listrik dibandingkan mesin las tradisional.
3. Karakteristik dinamis baik, mudah menyulut busur, busur stabil, bentuk jahitan las rapi, percikan kecil.
4. Cocok dikombinasikan dengan robot untuk membentuk sistem produksi pengelasan otomatis.
5. Satu mesin dapat digunakan untuk berbagai keperluan untuk menyelesaikan berbagai proses pengelasan dan pemotongan.
Karena serangkaian keunggulan sumber daya inverter yang disebutkan di atas, teknologi ini berkembang sangat cepat sejak kemunculannya pada akhir 1970-an, dan jangkauan penerapannya cukup luas di negara-negara industri seperti Amerika Serikat dan Jepang.
Elemen switching yang digunakan dalam sumber daya inverter adalah SCR (Thyristor), GTR (Transistor), MOSFET (Field Effect Transistor) dan IGBT (komponen elektronik dengan keunggulan GTR dan MOSFET). IGBT memiliki potensi untuk menggantikan beberapa elemen switching lainnya. Mesin las inverter IGBT merupakan kemajuan besar dalam teknologi mesin las di dunia saat ini dan menjadi tren perkembangan baru.
Kepala las mengubah energi keluaran dari peralatan energi las menjadi panas las, dan terus-menerus memberi makan bahan las, sementara kepala itu sendiri bergerak maju untuk merealisasikan pengelasan. Tang las yang digunakan untuk pengelasan busur manual harus terus diberi makan ke bawah secara manual seiring elektroda las mencair dan digerakkan ke depan untuk membentuk sambungan las. Mesin las otomatis memiliki mekanisme pemberian kawat otomatis dan mekanisme berjalan kepala untuk menggerakkan kepala maju. Ada dua jenis kepala yang umum digunakan, tipe troli dan tipe gantung. Kepala las pada pengelasan titik tahanan dan pengelasan proyeksi adalah elektroda dan mekanisme tekanannya, yang digunakan untuk memberikan tekanan dan mengaliri arus ke benda kerja. Ada mekanisme transmisi untuk pengelasan jahitan untuk menggerakkan benda kerja bergerak. Untuk pengelasan butt, diperlukan jig statis dan dinamis serta mekanisme penjepit jig, juga jig bergerak dan mekanisme upsetting.